Kolaborator

Berita terpercaya setiap hari.

BERITA TERKINI
Rumah Kompos Komunitas: Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Subur untuk PanganKoperasi Kreatif Pemuda: Membangun Usaha Bersama dari Kreasi LokalBank Buku untuk Perbatasan: Bawa Bacaan ke Daerah 3TKesehatan Mental di Lingkungan Kerja dan Sekolah: Ruang Aman untuk BerbagiLiterasi Digital Desa: Bridging the Gap, Menghubungkan Petani dengan Pasar OnlineDapur Umum Relawan: Sajikan Makanan Hangat untuk Korban dan Pekerja SosialKampoeng Iklim: Aksi Warga Perkuat Ketahanan Lingkungan dan EkonomiTanggap Bencana Berbasis Komunitas: Siap Siaga Sebelum Banjir dan Longsor Rumah Kompos Komunitas: Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Subur untuk PanganKoperasi Kreatif Pemuda: Membangun Usaha Bersama dari Kreasi LokalBank Buku untuk Perbatasan: Bawa Bacaan ke Daerah 3TKesehatan Mental di Lingkungan Kerja dan Sekolah: Ruang Aman untuk BerbagiLiterasi Digital Desa: Bridging the Gap, Menghubungkan Petani dengan Pasar OnlineDapur Umum Relawan: Sajikan Makanan Hangat untuk Korban dan Pekerja SosialKampoeng Iklim: Aksi Warga Perkuat Ketahanan Lingkungan dan EkonomiTanggap Bencana Berbasis Komunitas: Siap Siaga Sebelum Banjir dan Longsor
  1. Home
  2. Cegah Stunting dari Akar: Aksi Bergizi B...

Cegah Stunting dari Akar: Aksi Bergizi Bersama Kader Posyandu

Cegah Stunting dari Akar: Aksi Bergizi Bersama Kader Posyandu
Stunting masih menjadi masalah serius di Indonesia, memengaruhi tumbuh kembang anak dan masa depan bangsa. Penyebabnya bukan hanya kurang makan, tapi juga pola asuh dan sanitasi. Posyandu adalah garda terdepan, namun sering kekurangan kader dan dukungan. Peluang aksi kolaborasi: relawan dan komunitas bisa membantu kader posyandu dengan menjadi kader tambahan, terutama di daerah dengan cakupan rendah. Aksi bisa berupa edukasi gizi kepada ibu hamil, pembuatan makanan pendamping ASI dari bahan lokal, serta perbaikan sanitasi lingkungan. Program 'Dapur Sehat' juga bisa diinisiasi bersama. Publik bisa terlibat dengan mendaftar menjadi kader posyandu sukarela, berdonasi untuk paket gizi, atau mengikuti kelas ibu hamil. Jika Anda seorang tenaga kesehatan, luangkan waktu untuk memberikan penyuluhan. Ajak komunitas Anda mengadakan gerakan 'Jumat Sehat' berupa pembagian telur dan sayur ke keluarga kurang mampu.

ARTIKEL TERKAIT