Bayangkan media sosial kita hari ini. Alih-alih menjadi ruang temu yang hangat, seringkali kita justru menyaksikan kubu-kubu saling serang, kata-kata tajam berhamburan, dan ujaran kebencian meracuni percakapan. Polarisasi ini bukan hanya soal perdebatan, tapi bisa merobek jaring kebinekaan yang sudah lama kita rawat bersama. Inilah tantangan nyata yang kita hadapi sebagai bangsa.
Kenapa ini penting? Karena keberagaman adalah kekayaan kita, bukan alasan untuk berpecah belah. Ketika kita diam membiarkan ujaran kebencian berseliweran, kita membiarkan rasa saling percaya luntur. Padahal, dari percakapan santunlah lahir gotong royong dan solidaritas. Maka, gerakan #IndonesiaSalingSapa hadir bukan sebagai formalitas, melainkan sebagai napas segar untuk merawat kembali budaya saling menyapa meski berbeda.
Apa yang bisa kita lakukan? Lebih dari sekadar menahan diri untuk tidak membenci, kita bisa menjadi bagian aktif dari solusi. Relawan dari komunitas bisa menjadi admin grup diskusi yang sehat, produsen konten-konten positif yang menginspirasi, atau mediator yang menengahi perdebatan dengan kepala dingin. Setiap dari kita pun bisa membagikan pesan-pesan toleransi di linimasa, menjadi agen digital yang sehat, dan mengajak teman serta keluarga untuk berdialog dengan santun. Semua tindakan kecil ini jika dilakukan bersama akan menciptakan gelombang perubahan.
Setiap percakapan yang kita mulai hari ini adalah benih kerukunan untuk masa depan. Tidak perlu menunggu pemerintah atau platform besar bergerak—kita bisa memulai dari diri sendiri, dari grup kecil kita. Mari bergabung menjadi bagian dari #IndonesiaSalingSapa, jadilah admin grup yang ramah, buat konten yang menyejukkan, atau cukup bagikan sapaan hangat di kolom komentar. Ajak satu orang lagi untuk ikut serta. Karena kerukunan tidak diwariskan, melainkan dirawat bersama.