Di Lombok Timur, gemuruh alat berat bukanlah musik pembangunan, melainkan dentuman pengancam kehidupan. Aktivitas tambang di sepanjang Kali Rumpang mengikis tanah, mengeruhkan air, dan mengancam sumber penghidupan warga. Erosi dan sedimentasi yang terjadi bukan lagi sekadar masalah lingkungan; itu adalah serangan terhadap masa depan. Tapi di tengah gundukan tanah yang rusak, sebuah tekad hijau tumbuh lebih kuat. Komunitas lintas sektor bangkit dan menyatakan: kami akan 'Menanam Melawan'. Mereka mengubah sempadan sungai yang terluka menjadi garis pertahanan hidup dengan menanam beringin dan awar-awar.
Kenapa aksi ini begitu penting? Karena setiap akar yang tertancap di sempadan sungai adalah prajurit yang melawan erosi, menyaring air, dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ini bukan hanya soal menanam pohon; ini soal menjaga sumber air, ketahanan pangan, dan warisan alam untuk anak cucu. Kerusakan di satu titik aliran sungai berdampak pada seluruh ekosistem di hilirnya. Melindungi Kali Rumpang berarti ikut menjaga rantai kehidupan yang lebih luas di Nusa Tenggara Barat.
Lalu, apa yang bisa kita lakukan? Kisah 'Menanam Melawan' adalah bukti bahwa perubahan dimulai dari langkah kolektif. Kita bisa meniru semangatnya di daerah kita sendiri. Mulailah dengan mengidentifikasi dan memantau kondisi daerah aliran sungai (DAS) di sekitar kita. Inisiasi gerakan penanaman pohon dan perawatan rutin bersama komunitas lokal, pecinta alam, atau kelompok mahasiswa. Suarakan pentingnya sempadan sungai melalui edukasi di media sosial atau diskusi komunitas. Dan yang tak kalah krusial, dokumentasikan kondisi lingkungan sebagai bahan advokasi untuk mendorong kebijakan yang lebih berpihak pada kelestarian alam.
Inilah momennya untuk bahu membahu! Mari kita jadikan kisah Lombok Timur sebagai inspirasi untuk gerakan serupa di seluruh penjuru negeri. Setiap kita punya peran: tenaga, ide, keterampilan, atau sekadar suara dukungan. Bergabunglah dengan atau bentuklah komunitas peduli sungai di daerahmu. Setiap bibit yang kita tanam hari ini bukan hanya sekadar pohon, melainkan simbol ketahanan dan investasi hijau untuk masa depan. Kolaborasi adalah kekuatan kita yang sebenarnya. Bersama, kita bisa mengubah guratan kerusakan menjadi jejak-jejak penghidupan yang baru. Ayo, wujudkan aksi nyata untuk sungai-sungai kita!