Di tengah kemajuan zaman, masih ada saudara-saudara kita di desa yang harus menahan malu karena tidak memiliki jamban layak. Mereka terpaksa buang air besar di semak, sungai, atau sawah. Akibatnya, tinja yang mencemari lingkungan menjadi sumber penyakit, terutama diare parah yang kerap menyerang anak-anak. Inilah kesenjangan sanitasi yang tidak boleh kita biarkan.
Kenapa persoalan ini penting? Karena setiap anak berhak tumbuh sehat, dan setiap keluarga berhak hidup dengan martabat. Ketika jamban sehat tersedia, angka stunting dan penyakit menular turun drastis. Anak-anak bisa bersekolah tanpa bolos karena sakit. Ibu-ibu tidak lagi merasa cemas. Sanitasi bukan sekadar urusan kamar mandi—ini investasi masa depan bangsa.
Kabar baiknya, kita semua bisa menjadi bagian dari solusi. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sudah hadir di banyak desa. Kita bisa bergabung dalam gotong royong membangun septic tank komunal, menjadi kader sanitasi yang aktif mengedukasi warga, atau membantu keluarga prasejahtera yang belum mampu membangun jamban. Publik juga dapat berdonasi material seperti semen, kloset, atau tenaga sukarela. Tidak perlu menunggu jadi kaya—semua punya peran.
Mari mulai dari lingkungan terdekat kita. Bisa dengan menanyakan kepada perangkat desa tentang program STBM, meluangkan waktu di akhir pekan untuk gotong royong, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk membeli kloset. Satu jamban sehat yang selesai dibangun bukan hanya menyelamatkan satu keluarga, tetapi juga menginspirasi desa lain. Ayo, tutup kesenjangan sanitasi bersama-sama. Karena gotong royong adalah kekuatan kita, dan kesehatan adalah hak semua.