Kolaborator

Berita terpercaya setiap hari.

BERITA TERKINI
Rumah Kompos Komunitas: Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Subur untuk PanganKoperasi Kreatif Pemuda: Membangun Usaha Bersama dari Kreasi LokalBank Buku untuk Perbatasan: Bawa Bacaan ke Daerah 3TKesehatan Mental di Lingkungan Kerja dan Sekolah: Ruang Aman untuk BerbagiLiterasi Digital Desa: Bridging the Gap, Menghubungkan Petani dengan Pasar OnlineDapur Umum Relawan: Sajikan Makanan Hangat untuk Korban dan Pekerja SosialKampoeng Iklim: Aksi Warga Perkuat Ketahanan Lingkungan dan EkonomiTanggap Bencana Berbasis Komunitas: Siap Siaga Sebelum Banjir dan Longsor Rumah Kompos Komunitas: Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk Subur untuk PanganKoperasi Kreatif Pemuda: Membangun Usaha Bersama dari Kreasi LokalBank Buku untuk Perbatasan: Bawa Bacaan ke Daerah 3TKesehatan Mental di Lingkungan Kerja dan Sekolah: Ruang Aman untuk BerbagiLiterasi Digital Desa: Bridging the Gap, Menghubungkan Petani dengan Pasar OnlineDapur Umum Relawan: Sajikan Makanan Hangat untuk Korban dan Pekerja SosialKampoeng Iklim: Aksi Warga Perkuat Ketahanan Lingkungan dan EkonomiTanggap Bencana Berbasis Komunitas: Siap Siaga Sebelum Banjir dan Longsor
  1. Home
  2. Tutup Kesenjangan Sanitasi: Gotong Royon...

Tutup Kesenjangan Sanitasi: Gotong Royong Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Prasejahtera

Tutup Kesenjangan Sanitasi: Gotong Royong Bangun Jamban Sehat untuk Keluarga Prasejahtera
Masih banyak keluarga prasejahtera yang tidak memiliki jamban layak, sehingga anak-anak rentan terkena diare. Lewat gotong royong dan program STBM, kita bisa membangun septic tank komunal, menjadi kader sanitasi, atau berdonasi material. Setiap orang bisa berkontribusi—mari bergabung dan wujudkan jamban sehat untuk semua.

Di tengah kemajuan zaman, masih ada saudara-saudara kita di desa yang harus menahan malu karena tidak memiliki jamban layak. Mereka terpaksa buang air besar di semak, sungai, atau sawah. Akibatnya, tinja yang mencemari lingkungan menjadi sumber penyakit, terutama diare parah yang kerap menyerang anak-anak. Inilah kesenjangan sanitasi yang tidak boleh kita biarkan.

Kenapa persoalan ini penting? Karena setiap anak berhak tumbuh sehat, dan setiap keluarga berhak hidup dengan martabat. Ketika jamban sehat tersedia, angka stunting dan penyakit menular turun drastis. Anak-anak bisa bersekolah tanpa bolos karena sakit. Ibu-ibu tidak lagi merasa cemas. Sanitasi bukan sekadar urusan kamar mandi—ini investasi masa depan bangsa.

Kabar baiknya, kita semua bisa menjadi bagian dari solusi. Program Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) sudah hadir di banyak desa. Kita bisa bergabung dalam gotong royong membangun septic tank komunal, menjadi kader sanitasi yang aktif mengedukasi warga, atau membantu keluarga prasejahtera yang belum mampu membangun jamban. Publik juga dapat berdonasi material seperti semen, kloset, atau tenaga sukarela. Tidak perlu menunggu jadi kaya—semua punya peran.

Mari mulai dari lingkungan terdekat kita. Bisa dengan menanyakan kepada perangkat desa tentang program STBM, meluangkan waktu di akhir pekan untuk gotong royong, atau menyisihkan sebagian rezeki untuk membeli kloset. Satu jamban sehat yang selesai dibangun bukan hanya menyelamatkan satu keluarga, tetapi juga menginspirasi desa lain. Ayo, tutup kesenjangan sanitasi bersama-sama. Karena gotong royong adalah kekuatan kita, dan kesehatan adalah hak semua.

ARTIKEL TERKAIT